Tentang

Obat Ajaib Sembuhkan Kanker? Ternyata Ini Manfaat Jahe

Kanker sudah menjadi momok dalam kehidupan mayarakat sekarang. Tidak mengenal usia, siapa saja bisa terkena penyakit mematikan ini. Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Pencegahan bisa dimulai dari bahan yang sehari-hari ada di dapur. Jahe salah satunya.

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa jahe mengandung senyawa keras yang 10.000 kali lebih efektif dalam membunuh kanker dibandingkan dengan kemoterapi konvensional.

Cara membuat minuman obat jahe:

Bahan:

1) 2 sendok teh kefir air kelapa

2) 2 gelas air kelapa

3) 2-4 ons jahe segar yang disangrai atau bubuk jahe organik.

Cara membuat:

Aduk semua bahan secara bersamaan setelah itu diamkan dalam keadaan tertutup selama 24 jam di suhu ruangan. Setelah 24 jam, kembali dibuka kemudian aduk. Dilihat apakah berfermentasi secara sempurna dengan cara dicicipi. Seharusnya akan mempunyai rasa sedikit asam, jika sangat asam sebaiknya dibuang dan membuat lagi. Jika rasanya sedikit asam dan berbuih ketika dibuka, simpanlah dalam kulkas untuk diminum selama tiga hari.

Manfaat lain dari jahe:

1. Mengobati kanker ovarium.

2. Mencegah kanker usus.

3. Meringankan morning sickness.

4. Meringankan kembung.

5. Meringkankan sakit kepala sebelah.

6. Mengurangi kram saat haid.

7. Mencegah demam dan flu.

Banyak ya manfaatnya, yuk mulai hidup sehat.

Sumber : @holisticali – Plos & Georgia State University

Dari bernas.id

Advertisements
Standard
Tentang

Anda Karyawan yang Kebetulan Bertugas di Singapura? Inilah Tempat yang Bisa Dikunjungi!

Tidak sedikit pengunjung Singapura adalah karyawan yang dikirim oleh instansi atau perusahaan tempatnya bekerja. Biasanya tujuan utama adalah pelatihan atau rapat yang hanya berlangsung kurang dari seminggu. Akan sayang rasanya jika sudah terbang ke negara tetangga tetapi tidak jalan-jalan. Sepulang bekerja adalah waktu yang tepat untuk melakukannya.

Dengan waktu yang sempit, berikut adalah tempat-tempat yang bisa dikunjungi di negara dengan ikon Merlion tersebut :

1. Marina Bay

Anda akan mendapatkan pemandangan yang indah pada sore hingga malam hari di Marina Bay. Berjalan sembari berfoto dengan latar belakang Marina Bay Sand, Singapore Flyer dan Patung Merlion. Terdapat pula foodcourt yang menyajikan aneka makanan Asia dengan harga terjangkau bernama Makansutra, berada di pinggir Mall Esplanade. Menikmati makan malam di udara terbuka bersama teman-teman di pinggiran Marina Bay bisa jadi pilihan.

2. Arab Street

Begitu masuk ke kawasan Arab Street suasana Timur Tengah akan langsung terasa. Di kanan kiri jalan berderetan toko-toko menjual pernak-pernik Timur Tengah, mulai dari lampu, karpet hingga pakaian. Ada pula tembok grafiti yang instagramable, ciamik sebagai latar belakang foto Anda. Di tengah terdapat Masjid Sultan yang punya gaya arsitektur khas. Anda bisa berhenti sejenak jika ingin menunaikan shalat. Dan terakhir menikmati makan malam di Zamzam Restaurant di ujung jalan. Restoran ini mulai beroperasi tahun 1908 sejak kependudukan Inggris, dan masih setia menyajikan makanan otentik arab. Menu yang paling terkenal adalah Martabak Rusa, berani coba?

3. National Museum

Berada di Orchad Boulevard, museum ini memamerkan sejarah Singapura. Semenjak zaman purba hingga sekarang. Cukup dengan membayar SGD 15, Andabisa menikmati sensasi perjalanan waktu Singapura.

4. Bugis Street

Jika ingin membeli aneka produk fashion dan oleh-oleh dengan harga terjangkau inilah tempatnya. Suasana seperti halnya pasar, padat dan ramai pengunjung. Harus pintar-pintar memilih barang, dan tak lupa menawar. Namun, di kawasan ini sedikit sulit mencari makanan halal jadi harus sedikit bersabar.

5. Lucky Plaza, Orchad Road

Siapa tak kenal Orchad Road? Jalanan terkenal, pusat perbelanjaan mewah di Singapura. Semua merek terkenal dunia berada di jalan ini. Dilengkapi dengan gedung-gedung mentereng dan aneka lampu yang menarik pembeli. Bagi Anda dengan budget terbatas, jangan khawatir, Anda masih bisa jalan-jalan dan belanja di salah satu mall di Orchad Road, tepatnya di Lucky Plaza. Lokasinya dekat dengan MRT dan Halte Bus Orchad. Anda bisa berbelanja aneka produk fashion dan oleh-oleh dengan harga terjangkau. Jika di Indonesia hampir mirip konsepnya dengan ITC atau mall kecil, cenderung lebih nyaman dan bersih. Juga tak sulit mencari makanan halal di sini. Jika ingin shalat bisa ke lantai 8 atau berjalan sekitar 500 meter menuju Masjid Al-Falah.

Dengan waktu yang sempit bukan berarti kita tak bisa menikmati Singapura. Selamat jalan-jalan!

Marina Bay

Dari Bernas.id

Standard
Tentang

Pencuri Impian

Akhirnya tiba hari ini. Dimana aku membangunkan diri dari mimpi. Yang kuredam dalam diam. Yang kuselimuti dengan rapi.

Akhirnya aku di sini, di setapak luas meniti hijau. Menanti mengudara, membawa asa. Menjejak risau, mengupas galau.

Akhirnya tiba sebuah masa. Aku berjalan di jalurku, menapak teras kilau sang dewi.

Perjalanan ini bukan tentang dendam yang tak redam, atau rindu yang membatu. Tentang aku yang mencari tahu, siapa diri hingga berdiri.

Perjalanan ini bukan tentang asa tak tentram, atau rasa yang mengusam. Tentang kalbu yang teduh, dan senyum yang kukuh.

-Rinjani-

Standard
Prosa

360 Hari

​360 hari, sendu mentari berhenti menyanyi pilu. Sejak kamu melambaikan tangan pagi itu.

360 hari, goresan pantai lenyap tersapu ombak. Namun tak ada lembaran baru, torehan itu masih di sana. Nanar bersama tatapan terakhir, saat aku meninggalkanmu.

360 hari, aku belum berani menatap senja. Hal yang paling kurindukan sekaligus paling tak kuiinginkan.

360 hari, gemuruh mencoba meredam. Hujan dan terik tak sekalipun saling tahu, berhenti dan menerima. Ya, kita.. karena aku tahu aku tak sendirian.

360 hari, menari dan menikmati lakon. Tak ada peran yang lebih bijak dan tenang. Ada kala rindu, ada kala saru. Namun inilah panggungku.

360 hari, aku menghitungnya. Karena aku harus terbang pada 360-360 lain dengan cara yang berbeda.

Tiga ratus enam puluh hari sudah…

 

Standard
puisi

Harapan Sendu

Hey kamu…

Bisakah aku kali ini meminta, untuk tidak menghubungiku
Sama sekali…
Hingga kita berjumpa lagi

Jangan kau kuatirkan aku
Aku bersama orang-orang yang selalu melindungiku
Dan akupun percayakan kamu
Pada yang seharusnya menjaga dan merawatmu

Jangan bertanya apakah aku merindukanmu atau tidak
Karena sama saja kamu bertanya apakah aku masih bernafas atau tidak

Ini adalah kesempatan yang baik untuk diri
Aku, untuk menata kembali
Memasukkan segala kenangan dan pengalaman rasa ini ke dalam peti terkunci

Kamu, untuk menyatukan kembali

Tujuan hidup yang terberai
Dan visi yang tercerai
Sebelum semua semakin tak bernyawa
Sebelum denting bom waktu berhenti
Sebelum semua terlambat dan sunyi
Sebelum hatimu dibunuh sepi

Kami tertusuk melihatmu kehilangan arah
Kami resah melihatmu tak berumah
Musafirku masih tersesat

Biarkan kusimpan semuanya, dengan rapi
Seperti dulu sebelum semuanya tersingkap hati
Hanya aku, Allah dan dinginnya sepertiga malam yang mengetahui

Aku sedang belajar
Satu kata kunci bernama ikhlas
Bahagia cukup dengan tahu, kakimu masih menginjak bumi

Aku juga sedang menagih janjimu
Untuk selalu melindungiku
Ini adalah cara terbijak untuk menjagaku dan hatiku

Ah, aku memang pengecut
Tak mampu mengutarakannya di hadapmu
Entahlah, akhir-akhir ini aku cengeng
Lidah kelu dan membisu
Dan mudah tersedu

Semoga ketika kembali bertatap mata yang tak lagi sendu 
Kita sudah dengan hati, jiwa dan harapan baru.

Standard
puisi

Mimpi Sang Pelindung

Hari ini embun bercerita tentang membangunkan pagi
Berlari bersama angin dari timur sampai barat, hingga tepi
Menyapa para pegunungan utara
Dan bersenandung tentang indahnya senja selatan

Tidurlah embun…
Agar jangan telat menyapa hari
Mengingatkan esok telah berganti

Terlelap embun tidur
Lelah dan beristirahat untuk bermain lagi
Di peraduan antara dua bumi

Selamat tidur embun…

Hei embun… Ayo bangun…
Bersiap menitik di setiap daun
Sambut matahari dengan senyummu
Penanda semua jangkrik untuk pulang ke perdu

Hei embun… Ayo bangun…
Usap dunia dengan basahmu nan anggun
Agar merekah bunga-bunga seruni
Penanda kupu kupu untuk datang lagi

Hei embun… Ayo bangun…

Hahaha sang embun berceloteh senang
Riang rupanya menari bersama bintang
Ditemani para penyair alam kaya
Bersenandung syair semesta raya

Satu takzim dan salam bagiku untuk mereka semua…
Hei embun… ‘kan kuceritakan padamu
Tentang puncak dewa-dewa

Berdiri di tiang langit Sumatra
Menjadi saksi dua dunia
Hitam putih seorang penghamba

Ruku’ di tiang langit Sumatra
Angin berarak membawa berita
Bagi para pemburu surga

Bersujud di tiang langit Sumatra
Biru samudra di pelupuk mata
Bukit barisan sebagai penanda

Dua salam pada tiang langit Sumatra
Dingin surga kian terasa
Mengisi hamba yang hampir binasa

Hei embun…
Itulah puncak para dewa
Apinya menyesap jiwa
Menguatkan akar raga
Hei embun…
Mimpi besarku membawamu ke sana

Standard
Prosa

Jika Aku Diam

Jika aku diam, masihkah kau mengangsurkan apel untukku dengan tatap lembutmu?

Jika aku diam, masihkah kau mengajakku menyusuri perdu. Menikmati senyapnya angin sendu?

Jika aku diam, masihkah kau tidur di pangkuanku. Mendendangkan nada rindu riak-riak kabut dan danau?

Jika aku diam, masihkah kau membujukku berkelana mendayung. Mendengarkan nyanyian arus?

Jika aku diam, masihkah kau memelukku menyairkan alunan derak-derak nipah tepi sungai?

Jika aku diam, masihkah kau mengajakku ke dermaga. Bercerita tentang luka, berbagi impian dan kemungkinan?

Jika aku diam, masihkah kau memayungiku dari terik mentari, menyelimutiku dari badai?

Jika aku diam, masihkah kau menawarkan senyum. Mewarnai detik-detik lelah tak berkesudahan?

Jika kamu diam, kemudian apa jawabanku?

Standard