Cerpen

Tarian Senyum

Gadis masih menari dalam buaian lagu yang tak berhenti dalam sunyi. Dia masih tertawa dalam serangkaian gelak meski hampa. Dan dia masih tak peduli pada alamnya, dia hanya menikmati hawanya. Kemudian dia melangkah pada ruang yang mereka sebut dunia, yang mereka sebut nyata. Terhempas tak tentu arah, terhembus bingung. Diam yang dipilih, terasa anggun terlihat. Tak bergerak, menghindari getar-getar.

“Aku diam, mereka menari. Akulah yang terlihat”

Semua yang dilihatnya berliuk, tak diam. Pening katanya. Masih dia menonton, semua abu-abu. Gadis mulai berjalan tanpa suara, kanan-kiri tiada beda, statis. Gontai ia mulai bosan.

“Aku bukan mereka, mereka bukan aku”

Abu-abu dan setitik biru, buram. Satu sudut horizontal yang melengkung menurun, mereka sebut itu senyum. Merona tak bersuara membawa kaki tak beralas, mendorong tubuh ramping. Lirih ia berbisik

“aku tahu harus kemana”.

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s