Uncategorized

Danau Beriak dan Waktu

Ketika kita melemparkan batu pada sebuah danau akan timbul riak gelombang di permukaannya. Danau kehilangan ketenangannya. Beberapa detik kemudian, permukaannya akan kembali datar. Seakan kembali seperti sediakala, sebelum batu menyentuhnya. Ya, seakan… karena meski permukaannya kembali tenang, dasar danau sudah tidak seperti dulu lagi. Ada batu yang berdiam disana, ada batu yang menambah dasarnya.

Bukankah seperti itu pula hati manusia? Setiap cobaan pada akhirnya, seiring berjalannya waktu seakan akan kembali tenang di luarnya. Namun, hati tidak akan pernah sama. Mereka bilang waktu adalah penyembuh yang terbaik dan saya tahu, itu merupakan kebohongan šŸ™‚ Yang saya yakini, karena hati sudah terbiasa dengan luka tersebut. Kita lupa bagaimana rasanya menjalani hidup tanpa luka tersebut, kita lupa bagaimana hidup sebelum luka itu ada disana.

Kita sendirilah penyembuh itu. Menerima luka ada disana, menjadikannya pembelajaran dan terus menjalani hidup dengan lebih baik. Atau menolak luka itu, hingga waktu menjadikannya pembunuh paling kejam.

p_20160410_151110_1.jpg

Nyanyian Waktu

Nyanyian Waktu

*repost dari tulisan lama

Advertisements
Standard