Tentang

PUNGKAS

Musafir tak jua menemukan jalan pulang

Bayang itu masih berupa ukiran

Ombak kembali membawanya terbang

Cerita itu tetap berupa ingatan

 

Kita dan tawa, dalam hujan

Kita dan syahdu, dalam awan

Kita dan tangis, adalah keheningan

Kita dan nyawa, adalah rekaman

 

Biarkan perdu, tetap membisu

Luruhkan hujan, menjadi tarian

Istirahatkan benak, pada jarak yang retak

 

Jika nadi ini terhenti, tak perlu jadi sesal

Jikapun terus mengalir, tak ingin jadi aral

 

Menepilah jika harus kembali

Dermaga itu tetap menanti

Tak apa, sampan ini menarik labuh

Bermimpi meredam gemuruh

 

Lepaskan Embun

Terbangkan Semesta

 

Pada senja kutitipkan rindu

Pada doa kulangitkan namamu

Pada puisi kucukupkan anganku

 

Menenun kata,

Tak sesulit mengikhlaskanmu terus mengembara.

1489983629392.jpg

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s