Cerpen

Cerita Apel

Hari itu kamu datang menjemputku, seperti biasa dengan senyuman terbaikmu. Kita berjalan beriringan, aku melihat sebuah apel dalam kantung tasmu. Iseng, kuambil dan memasukkannya ke tasku tanpa sepengetahuanmu. Hari berjalan seperti biasa.

Sampai siang itu kamu kebingungan mencari apel yang hilang, aku bisa membaca dari raut muka dan tingkah lakumu. Membongkar tas dan mencari ke sekeliling, disertai kening yang berkerut selayaknya memikirkan sesuatu yang berat. Namun kamu tetap diam, tak bertanya sekalipun padaku. Kubiarkan.

Ketika kamu beringsut pergi, aku diam-diam memasukkan kembali apel yang kusembunyikan ke tasmu. Tak berapa kembali dan beraktivitas, kamu menyadari apel yang hilang sudah kembali. Senyummu begitu merekah meski masih ada tanda kebingungan disana. Tanpa banyak waktu, kamu mengangsurkan apel itu padaku,

“Ini buat kamu”.

Aku hanya bisa tercengang, sedikitpun kamu tak curiga padaku atas hilangnya apel. Ternyata bingungnya kamu, karena sesuatu yang kamu persiapkan untukku. Dan aku malah menertawakan semua tingkah lakumu.

Sayang, maafkan aku…

Sekian.

Advertisements
Standard

One thought on “Cerita Apel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s