Prosa

Penyembuh Luka

Terima kasih telah datang, pada seorang yang badai. Yang tengah tertatih menjalani nafas yang rinai. Aku masih ingat hari itu, ketika aku mendung suaramu membuatku tenang. Tak kau hiraukan kelabu, karena dengan segala kepercayaanmu ingin aku kembali bernyanyi merdu.

Tak terbayang jika hari itu kamu tak menyapa. Mungkin aku masih menangisi kenangan yang ternyata maya. Mengaduh pada suratan, merajuk pada kenyataan.

Dengan sabarmu, membantuku berdiri. Menopang langkahku yang sempoyongan, merangkul menegarkan. Pelan tapi pasti, katamu aku akan kembali. Bukan lagi aku yang papa hati, namun menajdi lebih teguh hati.

Hujan sore itu, kamu tunjukkan aku pelangi. Panggung para bidadari menari, mengajakku berlari menyongsong rasi baru. Sesekali gerimis tak apa, katamu. Menoleh sesekali tak apa, katamu. Asal jangan pernah berhenti, katamu.

Benar ucapmu, waktu membantuku tegar. Dan semua tak boleh menjadi sesal, biarkan menjadi pelajaran. Masa lalu penuh kesakitan, menjadikanku kebal lara.

Terima kasih telah datang, sebagai penyembuh luka.

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s