Cerpen

Tamu Paling (Tak) Ditunggu – 2

Sedang asyik bercerita, suamiku datang dari toilet.

“Lama sekali Ayah?” tanyaku.

“Iya, ngantri banget,” jawabnya dengan senyum dan melirik Rahad dengan penuh tanda tanya.

“Oh ini Rahad, beliau dari Turki mau ke Jakarta juga, kita akan satu penerbangan. Rahad, this is my husband, Zidan”, mereka bersalaman.

“Boleh take picture with your son? Dia sangat cute, I wish I have grandson like him,” terdengar nada getir.

Suamiku mengiyakan dan dia yang mengambil foto kami bertiga, Rahad, aku dan anakku.

Pemanggilan penerbangan terdengar.

Kamipun melangkah masuk ke dalam pesawat dan ternyata tempat duduk kami cukup jauh, kami saling mengucapkan salam perpisahan.

“Yah, kamu merasa ada yang aneh ga dengan Rahad?” tanyaku begitu kami duduk

“Ga, biasa aja. Kenapa memang?”

“Sadar atau tidak, Rahad mirip sama kamu,” pernyataan yang sedari tadi mengusik kepalaku begitu bertemu dengan Rahad.

“Dari mana? Ga ah…,” tepisnya sambil membuang muka. Kebiasaan yang sudah kukenal, jika dia mengatakan hal yang tidak sesuai dengan kata hatinya.

Kami terdiam hingga mendarat, sibuk dengan pikiran masing-masing. Mungkin kehadiran Rahad cukup membuat kami kaget. Aku hanya bisa mengubur pertanyaan-pertanyaan yang hadir dan memenuhi kepalaku, tak ingin mengusik suamiku.

Saat hendak keluar pintu terminal kami bertemu kembali dengan Rahad, dia menunggu kami lebih tepatnya.

bersambung…

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s