Cerpen

Tangisan

Nyonya Diman menangis dalam pelukan suaminya, jenazah putra mereka mulai diturunkan ke dalam liang lahat. Mereka tak menyangka putra mereka satu-satunya, Bambang meninggal di usia yang masih sangat muda. Kecelakaan tunggal menjadi penyebabnya, sepasang pengendara motor menemukan mobil yang dikendarai Bambang menabrak pohon. Sedangkan Bambang sendiri sudah tak bernyawa.

Tangisan Nyonya Diman semakin keras ketika liang lahat mulai ditutup tanah, ia berusaha melepaskan pelukan suaminya. Ia ingin ikut bersama putra kesayangannya. Lambat laun tangisan mulai berkurang, Nyonya Diman berangsur tenang. Pemakaman telah selesai, pelayat mulai pergi. Panas terik tak membuat Nyonya Diman beranjak, ia masih terpekur memegang nisan yang baru ditancapkan.

Tuan Diman memaksa istrinya berdiri, sudah satu jam mereka di sana. Setengah menyeret istrinya untuk pulang. Nyonya Diman tak banyak melakukan perlawanan.


Suara ramai perlahan mereda, langkah kaki perlahan menjauh, senyap perlahan menyapa. Suara derak batang bambu berdenyit seiring angin sesekali terdengar, matahari semakin terik.

Bambang mulai kegerahan, ia membuka kain kafannya.
Demikian.

PS : I’m writing this when watching George Clooney 💕💕

“Imagination is more important than science”

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s