Cerpen

Titik dalam Koma – 2

“Rinai, terima kasih sudah datang,” sela Wahyu.

“Tentu Mas, saya pasti datang. Terima kasih sudah memberitahu,” lirih Rinai menjawab.

“Sebenarnya bukan aku yang memintamu datang,” Rinai mengernyitkan dahi mendengar jawaban Wahyu, pria yang baru pertama kali ia temui itu.

Wahyu melanjutkan, “Aku mencari nomor ponsel ke kantor kamu, untung resepsionis tempat kamu bekerja mau kasih. Sebenarnya ini semacam gambling, tapi aku yakin kamu adalah orang yang dimaksud”. Rinai semakin bingung dengan penjelasan Wahyu.

Pintu terbuka ketika Rinai ingin bertanya lebih lanjut, seorang perempuan menjelang usia 40an berambut pendek sebahu keluar. Ia terkejut beberapa detik melihat Rinai, menatap tajam pada perempuan yang delapan tahun lebih muda darinya itu.

“Mba Kya,” ucap Rinai ragu.

Namun yang disapa tak menjawab malah menengok ke Wahyu, “Kok bisa?”

Wahyu mengendikkan bahu, “Kemarin kamu sudah setuju dengan cara apapun agar Pras bangun dari komanya. Kamu menyuruh aku mencari orang yang disebut Pras, ya ini orangnya.”

Rinai memandang Kya dan Wahyu bergantian, tangannya erat mengenggam tangan Tami.

“Loh emang Mba Rinai namanya Rindu?” Tami menyela.

Rinai semakin kebingungan.

“Mas Pras dua hari lalu menggumam dalam komanya, dia terus menyebut Rindu … Rindu … tapi sayangnya Mas Pras tetap tidak bangun. Lalu dokter menyarankan kami untuk mencari siapa Rindu, kemungkinan Rindu yang bisa membangunkan Mas Pras,” Tami menjelaskan dengan lancar, Rinai hanya mampu mendengarkan dalam diam.

bersambung … 

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s