puisi

Bertanya pada Hati

Aku bertanya padamu,

“Apakah kamu terluka? Pada mereka yang mengkhianatimu.”
Diam, tak terjawab. Terlalu perih katamu

“Apakah kamu koyak? Oleh mereka yang mencampakkanmu.”
Masih pilu, terlalu sesak katamu.

“Apakah kamu remuk? Oleh mereka yang mengabaikanmu.”
Temaram, terlalu redam katamu.

“Apakah kamu mendengki? Pada mereka yang tak punya keberanian untuk menjadikanmu ada.”
Saru, hilang peka katamu.

Kuangsurkan sajak, bukan pelipur hanya penguat.
Apalah perih jika menjadikanmu galah.
Pilu, sesak, redam tak ada guna jika cahaya memelukmu, Sang Penguasa Malam.
Dan pada keberanian yang tak jua menyapa, terima kasih.
Memberikan celah untuk menatap warna jingga.

Yang lebih terang.

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s