puisi

Bangkitlah

Tak usah lagi kita berdebat

Tentang aku yang seharusnya pergi

Atau kamu yang semestinya tak kembali

Bukankah maaf yang seharusnya kita peluk erat?

 

Tak ada lagi cerita Ramadan lalu nan pilu

Kita buka Ramadan kini dengan ketenangan hakiki

 

Biarkan kita hanya dalam goresan aksara

Kuabadikan dalam huruf tak bermakna lara

Biar kukenang dan menjadi pelajaran

Meretas setiap jengkal luka, agar luruh tersingkirkan

 

Tak perlu bicara rindu

Percumapun berkalang temu

Maaf, yang bisa kuangsurkan padamu

Doa, yang masih kugumamkan tentangmu

 

Bangkitlah …

Jingga akan tetap disana

Kita meresap pada jiwa

 

Bangkitlah …

Tunjukkan padaku penggenggam kaki langit

Yang tegak menaklukan hitam meski pahit

 

Perlihatkan padaku cahyamu yang telah membara

Sesederhana pendaki nan tegak menghalau terik

Musafir tersenyumlah, pulanglah…

Screenshot_2017-05-29-19-40-20_1

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s