Prosa

Untuk Sejenak

Untuk sesaat terasa menyenangkan mundur sejenak, dari hiruk pikuk yang tak berkesudahan. Hanya sejenak, ya sejenak.

Bukan tanpa alasan. Tidak menulis, tidak membaca, tidak stalking, tidak penasaran dan banyak tidak yang lain. Deretan kebiasaan yang memenuhi waktu, menenggelamkan usia yang terkadang bingung sudah diapakan.

Dan akhirnya aku kembali, dengan runtutan waktu yang lebih baik. Semoga.

Tak mungkin aku berhenti menulis, pun membaca. Keduanya mengalir deras dalam nadiku. Stalking, hal yang sebelumnya aku benci untuk dilakukan tapi masih sering menjalankan. The good thing is i stop doing that. Alhamdulillah.

Tidak ada lagi penasaran, tidak ada lagi kekuatiran. Allah mengambilnya dariku. Waktu yang kosong, aku bisa isi dengan olah raga. Klasik memang. Tentu tanpa tujuan, selain tubuh sehat pasti. Adalah bentuk persiapan untuk sebuah mimpi.

Terkadang berhenti sejenak itu perlu, untuk kembali. Menjadi lebih baik.

Demikian.

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s