puisi

Pecinta Hujan

Rasa kami sederhana

Layaknya hujan di bulan Desember
Ada kala deras, ada kala gerimis
Tak usah dikata, tak usah ditunggu
Mereka pun tahu

Pada hidup yang tanpa rangkaian pilihan
Atau berani yang tak kami punya untuk menentukan
Pada diam kami merintih
Atau menyerah dalam kepasrahan lirih

Kami mencintai hujan
Bersajak di bawah tetes-tetes menyejukkan

Kami mencintai hujan
Bermain di bawah rintik-rintik alunan tarian 

Kami mencintai hujan
Menangis dan tertawa tertata rapi dalam kenangan

Kami mencintai hujan
Satu hal perjalanan tanpa kesepakatan, tanpa sembunyi, dan akhiran

Kami mencintai hujan
Aku terlahir dalam bentuknya, ia lahir dalam musimnya
Tiada yang kebetulan

Kami pecinta hujan.

Demikian.

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s