Prosa

Kembalinya Damai

Langit begitu indah malam ini, bintang jernih tak terhalang awan. Seperti lagu-lagu itu, bintang selalu menebar kenangan.

Purnama tak sempurna juga berpendar, seperti biasa kubuka tirai untuk sekedar menengoknya. Terakhir posisi ini kulakukan bukan untuk menatap langit. Malah kulihat ke bawah, secarik senyum mengalahkan semesta ada di sana.

Ada yang berbeda..
Kurasa masih disana..
Semua yang kusuka, sekarang beriring cerita.
Langit, bintang, alam pun setiap sudut kota.
Berpeluk kerinduan..

Rindu ini damai
Rindu ini tentram
Rindu ini nyaman

Rindu dan gerimis menyudahi kebersamaan.
Lelap dan gelap kembali berjumpa.
Pikiran, hati dan jiwa kembali sejajar.
Kembaliku pada ketenangan.

Kulangkahkan kaki sejengkal, ada cermin di sana.
Sang bayangan berkata “Kenapa tak sejak kemarin kau benar-benar tersenyum seperti ini?”

Demikian.

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s