Prosa

Pilihan, Jalan Keluar atau Ujian?

Seseorang pernah mengatakan padaku bahwa manusia selalu punya pilihan. Tidak pernah ada kata bahwa kita tidak punya pilihan. Hanya tentang kita mau mencari jalan ataupun hanya menyerah. Meletakkan semua pada apa yang terlihat ataupun pada rasa.

Dan aku tak tahu, apakah benar aku punya pilihan. Apakah benar merupakan pilihan? Sebuah jalan keluar? Atau sebuah ujian?

Rentetan pertanyaan menghujam kepalaku akhir-akhir ini. Pada titik lelah dan nadir terendah. Pilihan berada dalam genggaman, justru membuatku gamang. 

Berdiam, melanjutkan langkah meski teramat lelah. Mengokohkan diri, hingga terseok sana-sini. Melaju, hingga hati ini kaku. Atau…

Pergi dan berbelok arah. Memulai langkah baru, meski tak mudah. Meyakinkan hati, menempa jati diri. Membebaskan rasa, mendamaikan cerita.

Lalu apakah artinya aku menyerah?

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s