puisi

(Bukan) Puisi Galau

Hi Kamu,

Apa kabar?

Aku tahu Tuhan selalu menjaga hatimu

Tak apa hanya ingin menyapa

Masihkah senyum itu bertengger tenang di dagumu?

Suara beratmu, entah sedang apa Tuhan ketika menciptakanmu

Pasti Dia sedang terlalu bahagia

 

Apakah aku berada di sana?

Berteduh di mata sendumu

Dekapmu, tempat berlindung paling amanku. Tempat nyanyian tawa

 

Hi Kamu,

Jangan terlalu lama

Atau mungkin kita masih senang bermain aksara tanpa nama

Atau menunggu Tuhan menjentikkan jari seraya berkata “jumpa”

 

Bukan aku tak merindukan hadirmu

Bukan aku tak menunggu sosokmu

Mungkin hanya sedikit pintar menutupi

Sesaknya desakan sunyi

 

Aku diam bukan tak menggumam

Berbisik dalam doa

Tenggelam

 

Sosok memelukku

Rumah terbaik dunia dan setelahnya

Menghapus lara dan air mata

Tertawa dan bangga dalam duka dan cita

 

Postur tegap, raut tampan

Berpunya dan sempurna

Tentu saja menelisik keinginan

Namun apa yang lebih surga

Dari hati mulia, penentram

Dan diridhoi-Nya

 

Sebait nama dalam kertas hias

Kami yang berbahagia

Sebait kata selaksa makna

Saya terima nikahnya

 

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s