puisi

Mawas Kembali

Heningku tak berarti tenang

Diamku tak berarti tak mawas

Hanya mencoba bertahan menghadap cemas

 Dari sekian tanya dan nyata yang menggenang

Warna bisa kusekap

Dalam rongga tak bersayap

Aku tenang

Aku mengalir

Tapi tidak pada gemuruh

Yang hanya mampu tersiar ketika senyap dan sepi

 

Kilatmu bisa kutepis

Aromamu bisa kuhalau

Getar ini bisa kuikat

Di hadapmu yang tak pernah mendengar kacau lantangnya nyeriku

Aku mengatakan yang datang kepadaku

Dari pikiran batinku

Menyangkal kedua mataku

Ingkar

Pada janjiku

Untuk tak tersedu

 

Ingkar

Pada ikrarku

Untuk tak lelah

 

Ingkar

Pada kataku

Untuk tak goyah

 

Kembali pada ragu

Kembali gamang

Inginkan bertahan walau untuk sepurnama

Sebelum membentuk titik atau koma.

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s