Prosa

Dinding Hati

Terdapat banyak dinding yang terbangun, tinggi dan tebalnya berbeda untuk setiap orang. Menutupi cerita, bahagia, rahasia juga luka.

Ada sebuah dinding yang (dikira) bentuknya teramat tinggi pun tebal, yang disiapkan ruangan teramat luas untuk siapapun yang mampu menembusnya. Dinding ini pernah beberapa kali berlubang, namun selalu kembali dan dipertebal setelahnya.

Sejak terakhir berlubang dan mengembalikannya, begitu nyaman tinggal di dalamnya. Ruangan yang indah untuk menari dan berekspresi.

Berjalannya waktu tanpa sadar, dinding itu runtuh.

Menengok ke belakang hanya ada pertanyaan, sejak kapan reruntuhan itu terjadi? Atas izin siapa? Atau memang punya cara sendiri untuk runtuh? Atau sesuatu terlalu pintar hingga punya cara meruntuhkannya…?

Hanya termangu, kebingungan. Apa yang harus dilakukan dengan reruntuhan? Sedangkan ia begitu indah meski menyakitkan. Tapi bagaimanapun dan tak ingin pilihan, dinding harus dibangun kembali meski harus berdarah-darah ataupun penuh rinai air mata. Entah seberapa akan lebih tinggi dan lebih tebal…

Kamupun mengerti, aku bercerita tentang dinding hati. Yang terkadang berlubang, lalu kembali. Yang kadang kokoh, tak tergoyah. Atau juga runtuh, tanpa tersadari. Meninggalkan puing yang harus ditata ulang, lagi. 

Bagaimana kabar dindingmu?

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s