Prosa

Jika Aku Diam

Jika aku diam, masihkah kau mengangsurkan apel untukku dengan tatap lembutmu?

Jika aku diam, masihkah kau mengajakku menyusuri perdu. Menikmati senyapnya angin sendu?

Jika aku diam, masihkah kau tidur di pangkuanku. Mendendangkan nada rindu riak-riak kabut dan danau?

Jika aku diam, masihkah kau membujukku berkelana mendayung. Mendengarkan nyanyian arus?

Jika aku diam, masihkah kau memelukku menyairkan alunan derak-derak nipah tepi sungai?

Jika aku diam, masihkah kau mengajakku ke dermaga. Bercerita tentang luka, berbagi impian dan kemungkinan?

Jika aku diam, masihkah kau memayungiku dari terik mentari, menyelimutiku dari badai?

Jika aku diam, masihkah kau menawarkan senyum. Mewarnai detik-detik lelah tak berkesudahan?

Jika kamu diam, kemudian apa jawabanku?

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s