puisi

Mimpi Sang Pelindung

Hari ini embun bercerita tentang membangunkan pagi
Berlari bersama angin dari timur sampai barat, hingga tepi
Menyapa para pegunungan utara
Dan bersenandung tentang indahnya senja selatan

Tidurlah embun…
Agar jangan telat menyapa hari
Mengingatkan esok telah berganti

Terlelap embun tidur
Lelah dan beristirahat untuk bermain lagi
Di peraduan antara dua bumi

Selamat tidur embun…

Hei embun… Ayo bangun…
Bersiap menitik di setiap daun
Sambut matahari dengan senyummu
Penanda semua jangkrik untuk pulang ke perdu

Hei embun… Ayo bangun…
Usap dunia dengan basahmu nan anggun
Agar merekah bunga-bunga seruni
Penanda kupu kupu untuk datang lagi

Hei embun… Ayo bangun…

Hahaha sang embun berceloteh senang
Riang rupanya menari bersama bintang
Ditemani para penyair alam kaya
Bersenandung syair semesta raya

Satu takzim dan salam bagiku untuk mereka semua…
Hei embun… ‘kan kuceritakan padamu
Tentang puncak dewa-dewa

Berdiri di tiang langit Sumatra
Menjadi saksi dua dunia
Hitam putih seorang penghamba

Ruku’ di tiang langit Sumatra
Angin berarak membawa berita
Bagi para pemburu surga

Bersujud di tiang langit Sumatra
Biru samudra di pelupuk mata
Bukit barisan sebagai penanda

Dua salam pada tiang langit Sumatra
Dingin surga kian terasa
Mengisi hamba yang hampir binasa

Hei embun…
Itulah puncak para dewa
Apinya menyesap jiwa
Menguatkan akar raga
Hei embun…
Mimpi besarku membawamu ke sana

Advertisements
Standard