Prosa

Bagai Anggur

Tahukah kamu cerita Zulaikha? Istri Potiphar yang tergila-gila pada Nabi Yusuf a.s. yang saat itu adalah budak suaminya. Zulaikha mengorbankan segalanya untuk cintanya – harta, reputasi dan kedudukan.

Ada sebuah makna yang dalam, cinta Zulaikha bukanlah cinta yang biasa. Cinta yang sedemikian kuat mengandung sesuatu yang terlarang, bahkan ilegal, tentangnya.

Ia dapat membuatmu melupakan dirimu, ia dapat membawamu melupakan dirimu. Ia dapat membawamu melampaui norma dan batas lingkungan sosialmu. Namun ia dapat membawamu kepada kebenaran.

Ya, kebenaran. Kebenaran akan cinta yang hakiki.

Suatu hari Nabi Yusuf a.s. bertemu dengan Zulaikha di jalan. Nabi Yusuf bukan lagi seorang budak melainkan seorang yang terpandang, sedangkan Zulaikha miskin dan lusuh karena telah dicampakkan suaminya.

Nabis Yusuf a.s. mengajak Zulaikha menikah, dengan tatapan mata berbinar Zulaikha berkata,”Tidak Yusuf, Cintaku yang mendalam kepadamu itu tidaklah lain dari sebuah hijab antara aku dan Sang Kekasih. Aku telah merobek tirai itu dan mencampakkanya. Kini setelah kutemukan Kekasihku yang sejati, tidak lagi aku membutuhkan cintamu.”

Sungguh Sang Maha Cinta adalah Kekasih yang terbaik.

-Cinta bagai anggur – Love is the Wine –

Standard