Tentang

Adab Menuntut Ilmu

Menulis, sebuah kata kerja yang sudah sangat melekat dalam hidup saya. Sudah menjadi sebuah kemantapan untuk menekuni bidang ini. Entah sejak kapan saya menyukainya, namun yang saya ingat orang yang pertama kali mengatakan bahwa saya mempunyai bakat menulis adalah dosen S1 dulu. Beliau adalah seorang editor dari sebuah tabloid dan majalah ternama.

Menulis itu mengubah peradaban kata Helvy Tiana Rosa. Saya masih ingat persis ketika beliau mengatakannya langsung pada saya, di Depok tanggal 17 November 2012. Kutipan tersebut adalah salah satu alasan kuat saya serius terjun ke dunia penulisan. Bukankah menjadi ibu juga membentuk peradaban? Lantas bagaimana jika keduanya disandingkan? InsyaAllah pasti akan lebih mantap.

Strategi awal adalah mencari komunitas, berkumpul dengan orang-orang yang suka menulis juga. Di dalam komunitas yang tepat, saya mendapatkan motivasi, pengalaman, relasi dan ilmu baru terus menerus.

Open minded atau berpikiran terbuka, salah satu perubahan sikap saya yang paling mendasar. Dengan pikiran terbuka kita lebih bisa menerima ilmu baru, juga dengan segala kritik dan saran yang membangun  akan menjadi semakin baik ke depannya.

*Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka carilah dengan cara-cara yang mulia*

Standard